Quantcast
Nusabet 168 - Agen Bola
Toto Alpha - Agen Bola  Poker Republik - Agen Bola
Bandar Judi Online Terpercaya   bandar judi online terpercaya
Bandar Q Bandar Q
Poker uang asli
ABG QQ, Agen Bola   Judi Bola Terpercaya - Liga888Cash
agen bola sbobet terpercaya - Bola Parlay   agen bola sbobet terpercaya - Max Bet 268
Agen Judi Bola Resmi Terbaik   Agen Judi Bola Resmi Terbaik
agen bola dan casino terpercaya   agen bola dan casino terpercaya
agen bola dan casino terpercaya
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.
VGoal Live Score
Beriklan   Poker88 - Situs Poker Online Terpercaya   RGO Casino
Javtoys   Kakak Dewa - Online Bet   Wigo Bet
Senior Bola - Agen Bola
ITC Bet
Agen Online - Hjtowin
Beriklan
  1. Alamat alternatif sudah baru gan.
    Bookmark alamat ini gan :  http://tinyurl.com/cintasemprot 
    Jangan bookmark alamat IP-nya.
    Ikuti update terbaru dari semprot (maintenance dll) dari twitter : / Facebook
  2. Login / daftar ? klik di sini
    Lupa password ? klik di sini
  3. Tidak bisa melihat gambar di thread?
    Kalau dari PC, matikan Ad Blocker.
    Kalau dari HP, jangan pakai UC Browser. Pakai Chrome / Firefox / Opera Mini.
    Tutup

[CERBUNG] Apakah ini Perselingkuhan?

Thread di 'Cerita Bersambung' dimulai oleh 9lazn0t, 9 Nov 2017.

  1. 9lazn0t

    9lazn0t Suka Semprot
    Thread Starter

    Daftar:
    12 Sep 2017
    Post:
    22
    Like Diterima:
    218
    Lokasi:
    syah alam
    Poker Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia
    Prolog
    Kokok ayam dan suara adzan subuh telah terdengar namun itu sama sekali tidak dapat mengganggu tidur anak perempuanku yang baru berusia dua tahun. Aku seorang ibu yang dengan setianya memandangi wajah anak perempuanku tersebut tanpa ada rasa bosan, ini merupakan rutinitasku dipagi dinihari. Sementara disampingnya tidur pria tampan yang juga terlihat begitu menikmati sisa sisa tidurnya . Suamiku itu telihat sangat nyaman membuatnya tak beranjak dari tempat tidurnya.

    Aku mengangkat tanganku yang melingkari pinggang Nadifah anak perempuanku, kemudian tanganku itu berpindah kewajah suamiku, membelainya dengan maksud untuk membangunkannya. Aku terus membelai lembut wajah suamiku itu hingga dia menggeliat pelan. Kemudian dengan tersenyum aku mengecup lembut bibir sang lelaki.

    “Bangun.” ucapku yang lebih terdengar seperti bisikan.

    Dia bangun, tapi dengan mata yang masih menutup dia memilih untuk menyeruakkan kepalanya kedadaku, menyembunyikan wajahnya disana. Bergerak perlahan membuat posisinya senyaman mungkin, lebih nyaman tepatnya. Aku tersenyum melihat tingkahnya. Bahkan suamiku itu kemudian mendekap tubuh mungilku dan membuat aku merasa nyaman ditambah lagi dengan gerakan kedua tangannya ditempat yang berbeda yakni mengusap punggung dan menyisir lembut rambut panjangku yang sedikit berantakan.

    “Yuk waktunya sholat subuh say.” Ajakku.

    Lelaki yang merupakan suamiku itu bangkit dengan malas-malasan. Setelah itu kami menunaikan kewajiban dan kami memulai hari dengan aktifitas rutin masing-masing.

    Aku adalah seorang ibu rumah tangga berusia kurang lebih 27 tahun. Namaku Nadia. Pernikahan kami baru berjalan lebih dari 3 tahun . Suamiku Johan adalah seorang pekerja di perusahaan swasta, karena kesibukan pekerjaannya dia biasa pergi pagi dan pulang malam. Walau begitu hubungan kami berjalan dengan baik. Aku juga bekerja di instansi pemerintah sebagai PNS yang hanya staf biasa saja.

    Saat ini akhir bulan seperti biasa aku sibuk dengan kerjaan dan menuliskan laporan untuk atasanku. Karena waktu sudah sangat sempit, aku memutuskan untuk bekerja lembur sampai selesai. Bahkan sampai aku sholat magrib di kantor kerjaan masih belum kelar. Untung aku sudah izin suamiku untuk itu dan dia memaklumi karena sudah sering akhir bulan dengan masalah laporan seperti ini. Karena tuntutan kerjaan harus seperti itu, aku langsung menginput data ke dalam laptop untuk diemailkan pada kantor pusat. Tak terasa, aku sudah bekerja hingga pukul delapan malam.

    Karena AC ruangan sedang bermasalah jadi sejuknya kurang terasa, aku merasa kegerahan dan haus. Air minum di ruangan kerjaku sudah habis. Aku ingat di ruang lobby kantor ada sebuah dispenser air minum, aku segera berdiri dan keluar dari ruang itu untuk mengambil air minum. Aku segera menghampiri dispenser itu, mengambil gelas, dan menuangkan air ke gelasku. Saat sedang minum datang teman lelaki sekantorku.

    “Sedang lembur juga, Nad?”, Tanyanya .

    “Iya, biasa, Win, akhir bulan.” Sahutku.
    “Oh, pasti lagi nyelesaikan laporan yah?”

    “Iya mas. Untung sudah kelar.”
    “Kamu pulang nanti naik apa?”.
    “Oh, aku entar nelpon suami minta dijemput.”.
    “Dengan mobilku aja…kalau gak keberatan sekalian kita makan malam bareng?”.
    Wah boleh juga tawarannya. Edwin adalah teman kantor yang cukup senior disini. Aku segera sms suamiku dulu.

    +” mas aku pulangnya entar sama teman gak usah jemput ya.”

    +”oh okelah kalau gitu.”

    Setelah sms segera saja kukatakan bahwa aku bersedia untuk ikut dengan Edwin.

    “Oke boleh mas”.
    “Iya aku tungguin di parkiran ya.” Jawabnya.

    “OK, aku akan beres-beres dulu yah!”, Kataku sambil melangkah balik ke bilikku.

    Aku segera mengemasi notebook dan kertas-kertas kerjaku. Aku lumayan dekat dengan Edwin. Orangnya lumayan ganteng dengan kulit yang rada gelap, rambutnya cepak, ukuran tubuhnya memang cukup tinggi untuk ukuran rata-rata orang Indonesia. Selain itu cara dia bicara, cara dia tersenyum, cara dia memandang mataku, benar-benar hangat, agak nakal sih tapi tidak kurang ajar.

    Aku kenal Edwin sejak pertama kerja di kantor ini dan waktu itu aku belum nikah. Sementara dia yang sudah nikah saat itu dengan nakalnya berani merayu dan ngegombalin aku. Tapi sebatas itu gak sampai kurang ajar dan berlebihan. Karena untuk tipe yang kurang ajar di kantor kami ada contohnya. Namanya mas Heri. Dia aku anggap kurang ajar karena suka nyuri-nyuri kesempatan buat megang-megang perempuan dan kalau ngobrol selalu mengarah ke hal-hal yang nyerempet-nyerempet. Meski suka main pegang tapi bagian-bagian yang dia pegang bukan bagian sensitif. Hanya megang tangan atau lengan misalnya. Atau megang bahu secara sengaja.

    Tapi diluar sikap kurang ajarnya mas Heri dan sikap nakalnya Edwin mereka berdua termasuk pria yang disenangi orang kantor. Mereka sangat baik dan suka membantu. Mereka juga bukan tipe laki-laki so jaim. Karena untuk yang sok jaim ada contohnya juga di kantor. Tapi aku malas memikirkan aib orang. Yang jelas dikantor ini ada yang sampai berselingkuh dan yang melakukannya bukan Edwin dan mas Heri tapi orang sok jaim yang dihormati dikantor ini karena jabatannnya.

    Sampai diparkiran aku segera naik ke mobil Edwin. kami kemudian pergi ke suatu tempat makan di sebuah kompleks pertokoan. Ya, sekedar menghilangkan lapar. Aku duduk di kursi yang berdampingan dengan Edwin. Restoran ini menyajikan live musik. Sambil makan kami, kami menikmati alunan musik berirama slow. Suasana terasa romantis. Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.

    Tanpa sadar, kulingkarkan lenganku pada Edwin, lalu aku senderkan kepalaku di bahunya.

    “Lembur tadi aku capek banget deh.” Edwin sedikit terkejut dengan sikapku. Tapi dia segera menggenggam tanganku.

    Tiba-tiba muncul hasrat untuk memeluk dan menciumnya, meski kami menyadari masing-masing telah menikah. Tapi aku masih bisa menahan godaan ini. Memang seperti aku bilang bahwa sejak masuk kantor Edwin sering merayuku. Menyatakan suka padaku dan anehnya meski kesal karena lelaki beristeri itu berani-beraninya melakukan itu tapi aku tidak pernah bisa memarahinya dan malah jadi makin akrab.

    Setelah jam menunjukan pukul 10 malam, Edwin mengantarku pulang. Ketika aku hendak keluar dari mobilnya ada kembali hasrat untuk memeluk dan mencium dia muncul. Andai saja Edwin yang memulai tentu kami sudah melakukan itu. Untungnya atau sayangnya dia tidak melakukannya. Kami hanya saling pamitan saja dan aku melangkah ke dalam rumah.

    Aku tak tahu apa suamiku sudah tidur. Kalau puteri kami yang berusia dua tahun aku yakin pasti telah lelap dalam tidurnya.

    ***

    Aku dan Edwin semakin akrab sejak itu. Masih sebatas keakraban sebagai teman yang sangat dekat. Kami atau tepatnya aku membatasi sampai disitu saja. Aku takut kalau melewati batas. Apalagi hubunganku dengan suami begitu harmonis. Tidak ada masalah berat yang menimpa kami sejauh ini. Jadi sangat konyol bila rumah tangga yang sedang baik-baik saja aku rusak.

    Tapi aku terkadang bingung mendefinisikan hubunganku dengan Edwin. Dibilang teman kami sedemikian dekat. Tapi kalau lebih dari teman kayaknya tidak. Sebab Edwin belum pernah secara serius bilang suka sejauhyang aku ingat. Karena aku selalu menganggap dia sedang bercanda saat bilang menyukaiku. Tapi yang aku tahu bahwa salah satu faktor mengapa aku begitu merindukan suasanan kantor karena ada dirinya.

    Aku tidak tahu hubungan ini menuju kearah seperti apa. Tapi yang kutahu Edwin memperlakukanku layaknya seperti kekasihnya. Ia selalu menyediakan diri untuk aku. Saat aku kesal karena pekerjaan, ia menenangkanku, dan ia melakukan berbagai hal yang dapat menyenangkan diriku seperti mengajak makan siang. Hingga kini, aku tidak tahu seberapa jauh hubungan ini akan berlangsung. Dalam hati kecilku, aku tidak ingin perkawinanku retak, tapi juga tidak ingin kebersamaanku dengan Edwin berakhir. Bahkan, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika salah satu diantara kami memutuskan untuk menjauh. Aku benar-benar dilema. Ada perasaan bersalah pada suamiku dan isteri Edwin mengetahui kenyataan yang sedang terjadi pada diri kami berdua. Dalam hatiku kecilku, aku tidak ingin menciderai perasaan siapa-siapa.

    Dalam kebersamaan kami aku selalu menantikan sentuhan-sentuhan dia seperti saat dia menggenggam tanganku. Merengkuh bahuku. Entah kenapa aku malah mengharapkan sentuhan lebih tapi sampai sejauh ini Edwin tidak melakukan lebih dari itu. Aku seharusnya bersyukur bisa terhindar dari melakukan dosa. Tapi dorongan untuk melakukan yang lebih bersama Edwin semakin hari semakin kuat.

    Aku sadar sepenuhnya bahwa aku adalah perempuan bersuami , yang sangat mencintai suamiku. Karena hampir tidak ada yang perlu kusangsikan untuk tidak mencintai dirinya yang telah mendampingiku dalam suka dan duka hingga memiliki seorang putri.
    Aku mencintainya sepenuh hati. Debar dihatiku masih sama kerasnya ketika aku pertama kali menjumpainya. Senyumnya menceriakan duniaku bahkan disaat aku sedang dalam suasana pelik. Baginya, aku adalah anugerah terindah yang pernah dia miliki. Dia telah melewati jalan panjang untuk menemukan sesosok bidadari untuk menemani dan akulah bidadari itu.

    Tentu saja aku bahagia dengan kehidupan rumah tanggaku. Apalgi sejak kehadiran putri kami yang melengkapi kebahagiaan itu.

    Tapi kehadiran Edwin yang sebenarnya tidak lebih tampan dari suamiku mulai menggoyahkan perasaanku. Pesona teman sekantorku itu seakan mampu mengalihkan sebagian duniaku yang semula dikuasai oleh suamiku. Entah bagaimana aku bisa-bisanya membuka diri untuk didekati oleh Edwin. Menurutku ini adalah kesalahan tapi aku malah menenggelamkan diri dan hanyut didalam persahabatan yang mulai bertumbuh menjadi suatu hal yang berbeda dari makna persahabatan biasa.

    Edwin adalah lelaki penuh percaya diri, dalam setiap kesempatan. Dia seperti tahu apa yang ingin dilakukannya. Seolah dia memiliki aura kuat yang terpancar dan menjadi daya tarik tersendiri bagiku.

    Aku semakin semangat pergi ke kantor akhir-akhir ini. Bahkan karena begitu semangatnya aku memilih untuk pergi ke kantor lebih pagi lagi dari sebelum-sebelumnya. Karena Edwin memang selalu datang dikantor lebih awal dari pegawai lain. Suamiku sampai heran mengapa kini aku lebih suka berangkat kerja lebih cepat dari biasanya. Dan memilih untuk pergi sendiri dengan motor matic tanpa menunggu dia untuk berangkat bareng dengan mobilnya.
    “ Kerjaan di kantor sedang banyak-banyaknya sayang.” Kataku berdalih.“ Dah…sayang, sampai sore nanti…”

    Kemudian aku dengan tergesa-gesa meninggalkan halaman rumah diiringi senyuman suamiku yang terlihat menggeleng-gelengkan kepala. Aku berharap semoga dia tidak sampai curiga oleh perubahan sikapku yang lebih ceria dan selalu berangkat lebih pagi hanya demi Edwin.

    ***

    “ Sayang….bisa kita bicara?” Suatu kali suamiku bertanya kepadaku yang sedang asyik bermain ponsel. Tanpa menoleh dan sambil terus menatap layar ponsel aku menjawab asal.

    “ Ngomong aja!”

    “ Ini seriuas sayang.” Suamiku masih berusaha lembut.

    “ Iya ini aku dengar.” Aku masih tetap acuh tak acuh.

    “ Sayang...!” Panggil suamiku dengan nada yang terdengar , segera aku pun menoleh dan mematikan ponselku.

    “ Kenapa sih mas?” tanyaku sambil memandangnya dengan perasaan enggan

    “ Aku melihat kamu dengan teman kantor kamu siang tadi disebuah rumah makan.”

    Aku terkejut dengan pertanyaan itu. Otakku berpikir cepat untuk memberi jawaban yang tepat yang bisa meyakinkan suamiku bahwa itu hanya acara makan siang biasa antar teman kantor.

    “ Oh tadi aku sama teman-teman sedang makan siang. Mas koq gak gabung?”

    “ Teman-teman? Kamu berdua aja kali?”

    “ Oh mas lihat pas dua temanku ke toilet kali.”

    “ Aku tadinya udah turun dari mobil tapi ngelihat kamu asik dengan teman kamu aku kaget. Terus aku balik dan nunggu di mobil. Aku lihat kalian cuma berdua.”

    Aku makin kaget mendengat perkataan suamiku. Aku menoleh sambil menatap tajam ke arah suamiku.

    Aku menunduk, dalam hatiku bergulat hebat memikirkan langkahku. Apakah aku harus mencari alasan apalagi untuk mengusir kecurigaan suamiku ini.

    Kami dalam diam agak lama. Suamiku duduk di depanku sambil mengamati, menanti dengan sabar agar aku bicara. Aku mengangkat wajah dan menatapnya. Kutatap lagi wajah suamiku.

    “ Terus menurut mas aku salah gitu? “

    “ Gak kalau kamu rasa itu buka sebuah kesalahan gapapa sayang.”

    “ Maksud mas?”

    “ Kalau kamu merasa itu tidak salah dan kamu senang aku sih gapapa. Santai aja sayang.”

    Aku malah makin bingung dengan kata-kata suamiku.
     
    Terakhir diubah: 10 Nov 2017
    Indo Sniper
  2. xxhunterxx

    xxhunterxx Semprot Baru

    Daftar:
    5 Oct 2016
    Post:
    26
    Like Diterima:
    3
    Good story gan. Lanjut
     
  3. nabirongx

    nabirongx Guru Besar Semprot

    Daftar:
    12 Feb 2016
    Post:
    2.231
    Like Diterima:
    767
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lanjut...
    Tema tema bgini..
    Menarik...
     
  4. telefauziah

    telefauziah Semprot Lover

    Daftar:
    29 Oct 2011
    Post:
    230
    Like Diterima:
    1.851
    cerita baru. tandain ah
     
  5. cenghoy

    cenghoy Semprot Lover

    Daftar:
    25 Oct 2010
    Post:
    218
    Like Diterima:
    28
    Ditunggu lanjutannya Hu ...
     
  6. mussaf

    mussaf Semprot Holic

    Daftar:
    23 May 2014
    Post:
    305
    Like Diterima:
    50
    Mantap seru nih kayaknya. Kalo ane justru waspada dg jawaban itu.. Jebakan batman multidimensi hehehehe
     
  7. pocopoco

    pocopoco Semprot Kecil

    Daftar:
    19 Sep 2017
    Post:
    97
    Like Diterima:
    15
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Ijin pantau suhu
     
  8. themanace

    themanace Semprot Kecil

    Daftar:
    4 Aug 2014
    Post:
    68
    Like Diterima:
    2
    Pekerjaan:
    buruh
    Lokasi:
    Jakarta
    Keren nih cerita keliatannya....
     
  9. Satriopringgodani

    Satriopringgodani Semprot Kecil

    Daftar:
    26 Sep 2017
    Post:
    84
    Like Diterima:
    14
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lanjutkan hu
     
  10. Hernandez96

    Hernandez96 Guru Semprot

    Daftar:
    21 May 2016
    Post:
    713
    Like Diterima:
    131
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Wah ada cerita baru, bau" ny cewe selingkuh lagi nih, menarik, karena cewe kalau selingkuh selalu rapi, maka ny menarik untuk di simak kedepannya seperti apa.
     
  11. 9lazn0t

    9lazn0t Suka Semprot
    Thread Starter

    Daftar:
    12 Sep 2017
    Post:
    22
    Like Diterima:
    218
    Lokasi:
    syah alam
    Part 1

    “ Itu cuma temen aku mas.” Kataku kembali membantah.

    “ Bener nih cuma teman...hehehhehe.” Ledeknya.

    “ Bener mas cuma temen.” Sahutku.

    “ Lebih dari temen juga gapapa sayang. Aku gak akan marah.”

    “ Mas udah gila ya? Mas pengen aku selingkuh?” Aku mulai emosi.

    “ Aku hanya ingin kamu senang aja.”

    “ Oh jangan-jangan mas nuduh aku selingkuh karena mas yang sebenarnya telah selingkuh.” Kataku tiba-tiba balik menuduhnya.

    “ Gak lah sayang. Mana ada yang mau selingkuh sama aku. Aku justru cemburu melihat kamu dekat dengan cowok.”

    “Kan aku bilang dari tadi dia itu cuma teman.”

    “ Udah deh sayang. Aku udah lihat kamu berduaan dengan dia lebih dari sekali.”

    “Terus maunya mas apa maksa nuduh aku selingkuh.”

    “ Maksud aku adalah aku mau kau itu jujur gitu aja. Kan aku gak bakal marah.”

    “ Emang dia cuma teman doang mau gimana coba.”

    “ Ya udaha temen tapi mesra...heheheh.”

    Aku hanya diam dan tidak mau melanjutkan perdebatan. Tapi terus terang aku masih bingung dengan sikap suamiku. Dia curiga aku selingkuh dan bilang sudah lihat aku berdua dengan Edwin lebih dari sekali. Tapi kenapa dia tidak marah malah terus bercanda. Bahkan seolah-olah berharap aku beneran selingkuh. Apa karena dia diam-diam telah selingkuh dan dia menjadikan kebersamaanku dengan Edwin sebagai alasan untuk dia bisa terus selingkuh tanpa bisa aku protes.

    Tentu saja aku marah kalau suamiku benar-benar selingkuh. Karena aku sejatinya belum sampai pada tahap selingkuh. Aku dan Edwin hanya sering jalan berdua. Sangat dekat dan saling berbagi cerita serta keluh kesah. Tapi kami belum sampai melakukan hal-hal yang sering dilakukan oleh orang yang berselingkuh. Andai saja dia menjadikan hubunganku dengan Edwin sebagai alasan bagi dia untuk memulai selingkuh aku jadi kebingungan harus bersikap seperti apa.

    Sikap suamiku yang seperti itu memang mengganggu pikiranku tapi aku tidak sampai membuat aku berpikir untuk menjauh dari Edwin. Aku merasa malah makin semangat untuk dekat dengan lelaki itu. Bukankah suamiku berkata dia tidak marah. Aneh juga tapi aku jalani saja dulu selama aku merasa nyaman.

    ***

    “ Gimana perkembangan hubungan kamu ama laki-laki itu. Edwin ya namanya? Udah ngapain aja sayang?” tanya suamiku saat kami berbaring di ranjang.

    Saat ini jam menunjukan pukul sepuluh malam. Anakku sudah tertidur dengan lelap.

    “Ngapain apaan sih maksud mas?” tanyaku dengan kesal.

    “ Yah ngapain aja layaknya orang pacaran.”

    “ Orang cuma teman masak sampai ngapa-ngapain segala.”

    “ Cie belum mau ngaku juga.”

    “Emang gak ngapa-ngapain juga. Atau mas kali udah ngapain aja sama selingkuhannya hayoo?” kataku balas bertanya.

    “ Aku gak selingkuh sayang. Aku malah cemburu lihat kamu bisa dapat teman dekat sekali kayak gitu. Mesra lagi heheheh.”

    “ Ih mesra apaan? Mas sebenarnya udah selingkuh kan? Atau baru mau selingkuh? Gimana udah dapat yang mau?”

    “ Gak selingkuh sayang kan udah aku bilang tadi.”

    “ Udah coba nyari ya?” tanyaku meledeknya.

    “Belum sayang.”

    “Belum ? jadi emang niat ya dasar. Awas kalau sampai gak dapat terus main sama perempuan gak bener.”

    “ Oh kalau sama perempuan bener boleh ya?”

    “Gak boleh...wek.”

    Aku berkata sambil meleletkan lidah yang langsung disambut oleh Johan suamiku dengan mencium mulutku dan menyedot lidahku. Tangannya langsung turun kebawah untuk menjamah dan meremas-remasi memek yang masih tertutup celana dalam. Saat bibirnya kulepaskan dia mencumbu leherku dan telingaku kemudian dia berbisik.

    “Say boleh gak aku gituan sambil ngebayangin cewek lain?”

    “Ih gak boleh.” Kataku sambil merintih manja.

    “Boleh dong sayang. Kan kamu aku bolehin buat dekat dengan si Edwin. Masak aku ngayal saja gak boleh.”

    “Emang mas mau ngayalin siapa sih?”

    “Bayangin Lani teman kantor.”

    “Serah mas deh.”

    Setelah dengar aku bilang itu Johan langsung melucuti baju tidurku dengan dengan tidak sabar. Kemudian dia menenggelamkan wajahnya ke belahan dadaku yang memang tidak memaki bra dibalik baju tidurku. Johan dengan penuh nafsu menciumi buah dadaku dan menyedoti puting-puting susuku. Aduuhh, luar biasa nikmat lumatan Johan malam ini.

    “Ayoo, mas.. teruss.. jamah seluruh tubuhkuu.. teruus.”

    Sambil terus melumat susuku, dengan tak sabarnya dia lepasi celana dalamku. Dan dia lepasi pula celananya sendiri. Begitu aku bugil dia langsung terkam aku. Dia kuak pahaku dan dia mulai mengoral memekku.

    “Oh Lani memekmu..”

    Sialan Johan melahap memekku sambil membayangkan Lani teman kantornya. Setelah puas melakukan oral terhadap memekku Johan bangkit. Kemaluannya yang telah mengeras di pegangnya dan langsung di arahkan untuk menembusi memekku. Ternyata aku merasakan nikmat yang berbeda kali ini. Sambil dia tekan kemaluannya ke memekku kembali bibirnya menjarah buah dadaku dan menggigit-gigit pentil-pentil susunya. Duh, nikmat tak tertanggungkan. Aku menggelinjang dan merintih penuh manja. Darah birahiku memang telah menyala berkobar-kobar.

    “Lani toketmu sungguh indah.”

    Entah kenapa mendengar Johan terus menyebut nama cewek yang jadi obsesinya di kantor dia aku jadi ingin membalas.

    “Ooohh, Edwin kontol kamu.. Aku rindu kontol kamu.. entoti aku..”
    Ternyata sensasinya berbeda kalau melakukan ini dengan membayangkan lelaki lain. Memek terasa begitu nikmat. Kegatalan pada dinding memekku membuatnya seperti batang kemaluan suamiku. Dia melenguh hebat sambil mengisap puting susuku. Aku kembali menjerit sekaligus menggeliat.
    Aku mulai merasakan seluruh saraf-sarafku mulai merangkak menapaki jalan menuju puncak-puncak kenikmatan syahwat. Keringatku yang mulai mengucur deras membuat suamiku Johan semakin gencar melangsungkan pompaannya. Desahan dan rintihan nikmatku memacunya untuk terus melahapi puting susuku, leherku, ketiakku, buah dadaku. Aku menikmati itu sembari membayangkan Edwin.

    Kontol Johan yang maju mundur semakin liat dan legit kurasakan dalam cengkeraman memekku. Dan kini aku benar-benar berada di ambang puncak itu.
    “eghhhh.. arggggghhhhh.., ahkkkkk.. owhhhh... shhhhhhh..”
    Johan tahu apa yang akan kudapatkan. Dia terkam, jilat dan sedoti payudaraku dengan lebih ganas. Akibatnya rasa yang kualami sungguh luar biasa. Rasa macam itu tak pernah kuraih sebelumnya. Rasa yang luar biasa itu adalah datangnya orgasmeku secara merambat dalam mendekati klimaksnya. Sepertinya nikmat merambat menjalari setiap urat-urat bagian tubuhku. Rambatan nikmat itu mengarah menuju ke titik pusat yaitu wilayah memekku. Kondisi itu membuat aku secara refleks bergelinjangan dan meliuk-liukkan tubuhku .Tentu saja hal itu semakin membuat syahwat Johan menggelora. Dengan sepenuh energinya dia terus menimba kenikmatan dari gelinjang dan liuk tubuhku.

    Akhirnya orgasmeku datang, menerjang kesadaranku. Aku sepertinya tercekik dengan nafasku yang tersengal-sengal terlanda nikmat yang amat sangat. Hal itu berlangsung berdetik-detik, secara beruntun. Sampai-sampai aku seperti orang kesurupan kelojotan dengan pinggul berdenyut-denyut.. Rambutku terlempar-lempar awut-awutan.

    “Edwiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn...” Aku menjerit keras menjemput kenikmatan.

    Sementara itu, ternyata orgasme Johan juga sudah dekat. Oleh karenanya dia sama sekali tidak mengendorkan pompaannya. Semakin tajam, semakin kuat dan cepat penisnya terus merangsek ke dalam memekku.. hingga meledaklah cairan panas yang menyemprot dan meluberi memekku. Seperti kuda jantan yang membuahi betinanya dia menggeliat dan mendongakkan kepalanya sambil mengeluarkan teriakan histeris. Berliter-liter spermanya tumpah hingga membuat memekku kuyup dalam cairan lendir kental itu.

    “Laniiiii memekmu....memek wanita alimmmmm....owhhhhhhhh!”

    Klimaks yang datang hampri bersamaan itu benar-benar menguras seluruh tenaga kami. Pada saat segalanya usai kami langsung rubuh bersama. Tubuh-tubuh telanjang kami terkapar melintang di ranjang. Yang kemudian terdengar hanyalah nafas-nafas panjang dari aku maupun Johan. Kami sangat kelelahan. Aku langsung diserang rasa ngantuk yang luar biasa. Aku masih merasakan ciuman-ciuman terakhir Johan sesaat setelah klimaks bersama tadi. Sesudah itu aku tertidur tanpa ingat apa-apa lagi.

    ***
    Beberapa hari sesudah peristiwa itu, aku banyak melamun. Aku membayangkan kembali nikmat luar biasa yang kudapatkan dari Johan karena membayangkan Edwin. Rasa sesak memekku saat mencengkeram kemaluannya seolah itu kemaulan Edwin sensasinya sungguh nikmat. Orgasme yang kudapatkan juga berbeda dengan orgasme yang kudapat sebelum-sebelumnya.

    Sejak hari itu aku tak malu lagi mengakui pada suamiku bahwa aku menyukai Edwin. Aku tidak tahu apa Edwin punya hasrat sex padaku. Aku tahunya dia begitu perhatian dan pernah bilang suka padaku. Dan hubungan kami makin dekat. Malah aku yang kini sejujurnya punya hasrat sex terhadap Edwin.
     
  12. Iban_ajahhh

    Iban_ajahhh Kakak Semprot

    Daftar:
    1 May 2017
    Post:
    189
    Like Diterima:
    7.535
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Lanjutttttttt
     
  13. ardhys74

    ardhys74 Semprot Holic

    Daftar:
    2 Oct 2017
    Post:
    339
    Like Diterima:
    133
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Pekerjaan:
    buruh nyangkul memek
    Lokasi:
    Belakang Pasar
    Ijin nyimak & baca hu......;)
     
  14. lalunawot

    lalunawot Semprot Awal

    Daftar:
    2 Oct 2017
    Post:
    9
    Like Diterima:
    281
    Jenis Kelamin:
    Wanita
    Lokasi:
    Jakarta Selatan
    Ceritanya bikin kebawa suasana Hu... kerennn
     
  15. indro1908

    indro1908 Adik Semprot

    Daftar:
    19 Sep 2017
    Post:
    101
    Like Diterima:
    30
    Jenis Kelamin:
    Pria
    cuckolding proses nih,,
     
  16. iandeleonph1

    iandeleonph1 Semprot Kecil

    Daftar:
    24 Aug 2016
    Post:
    81
    Like Diterima:
    47
    semoga TS-nya sampai tamat
     
  17. umam mucci

    umam mucci Semprot Holic

    Daftar:
    23 Jul 2016
    Post:
    397
    Like Diterima:
    91
    Gimana kalau nadia hanya sebatas dekat trus suaminya malah selingkuh duluan trus ke pergok baru dah nadia ikutan
     
  18. umam mucci

    umam mucci Semprot Holic

    Daftar:
    23 Jul 2016
    Post:
    397
    Like Diterima:
    91
    Gimana kalau nadia hanya sebatas dekat trus suaminya malah selingkuh duluan trus ke pergok baru dah nadia ikutan
     
  19. bangkaim

    bangkaim Tukang Semprot

    Daftar:
    4 May 2014
    Post:
    1.343
    Like Diterima:
    407
    Wow
    Bakal swing nih..hehe
     
  20. Lediana

    Lediana Guru Semprot

    Daftar:
    17 Jul 2017
    Post:
    573
    Like Diterima:
    106
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Kontak
    Ayo suhu dilanjutkan seru nih saling selingkuh kayanya
     
Jav Toys  Vimax Resmi
Obat Pembesar Penis - Online   kiukiu
Domino168 - Agen Bola   Mei 2 Poker
JP Bet
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Current URL :