Quantcast
YSB
Nusabet 168 - Agen Bola
Toto Alpha - Agen Bola  Poker Republik - Agen Bola
bandar bola terpercaya - mantrabet
bandar bola terpercaya   bandar judi online terpercaya
Bandar Q Bandar Q
Poker uang asli
agen bola sbobet terpercaya, Vegas IDR   Agen Bola Online - 381bet
Toto Betting - Batman365   Bandar Sakong - SponsorQQ
Bandar Poker - Bandar QQ 365   ABG QQ, Agen Bola
Judi Bola Terpercaya - Liga888Cash   Judi Bola Terpercaya - Lima Kartu
Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya   Agen Judi Online Terpercaya
agen bola sbobet terpercaya - Bola Parlay   agen bola sbobet terpercaya - Max Bet 268
Agen Judi Bola Resmi Terbaik
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.
Beriklan   Wahana 303   Situs Poker Online Terpercaya
Wigo Bet   Agen Bola,Casino,Poker Terpercaya   Texas Poker
Javtoys   Kakak Dewa - Online Bet   Alfa Togel
Senior Bola - Agen Bola
Papa Poker
Agen Online - Hjtowin
Big Bonus 88
  1. Alamat alternatif sudah baru gan.
    Bookmark alamat ini gan :  http://tinyurl.com/cintasemprot 
    Jangan bookmark alamat IP-nya.
    Ikuti update terbaru dari semprot (maintenance dll) dari twitter : / Facebook
  2. Login / daftar ? klik di sini
    Lupa password ? klik di sini
  3. Tidak bisa melihat gambar di thread?
    Kalau dari PC, matikan Ad Blocker.
    Kalau dari HP, jangan pakai UC Browser. Pakai Chrome / Firefox / Opera Mini.
    Tutup

[CERBUNG] Arti Dari Sebuah Kebahagiaan

Thread di 'Cerita Bersambung' dimulai oleh eins99, 20 Jul 2017.

Tags:
  1. Lancrootz

    Lancrootz Semprot Kecil

    Daftar:
    12 May 2016
    Post:
    59
    Like Diterima:
    5
    Poker Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia
    Pertamax dulu yeeee
     
    Terakhir diubah: 6 Aug 2017
    Telpo likes this.
  2. azumikawashima

    azumikawashima Semprot Lover

    Daftar:
    8 Sep 2015
    Post:
    259
    Like Diterima:
    40
    Nitip sendal di lapak eins yang baru ... Lnjut hu.
     
  3. Fe3lfre3

    Fe3lfre3 Semprot Lover

    Daftar:
    10 Jan 2017
    Post:
    243
    Like Diterima:
    71
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Sepertinya masih belum ada mood :Peace:
     
  4. ampyar

    ampyar Suka Semprot

    Daftar:
    21 Jul 2017
    Post:
    13
    Like Diterima:
    0
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Up up up jangan sampai tenggelam
     
  5. dont_cry

    dont_cry Semprot Awal

    Daftar:
    4 Jan 2017
    Post:
    5
    Like Diterima:
    0
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Hu yg kemaren up dulu hu,,,, penasaran nih,,,,:oops:
     
  6. Nuriyanna_Crot Semprot Kecil Banned

    Daftar:
    18 Jun 2017
    Post:
    52
    Like Diterima:
    26
    Jenis Kelamin:
    Wanita
    User di-banned, maka konten otomatis dihapus.
    User is banned, content is deleted automatically.
     
  7. eins99

    eins99 Tukang Semprot
    Thread Starter

    Daftar:
    11 Apr 2016
    Post:
    1.496
    Like Diterima:
    5.126
    #Dua

    Siang itu siswa-siswa sekolah pulang lebih awal. Karena tahun ajaran baru, dan kebetulan juga mendekati perayaan hari ulangtahun yayasan yang menaungi sekolah tersebut, sebagian besar guru ikut rapat untuk menyambut momen besar tersebut. Sekolah itu adalah sekolah tempat dimana Sukma mengajar. Dan tempat anak bungsunya, Adrian, menuntut ilmu. Ya, Sukma dan Adrian memang mengajar dan bersekolah di sekolah yang sama. Begitu juga dengan kedua anaknya yang lainnya dulu, juga bersekolah ditempat dia mengajar.

    Dalam hal rapat yayasan itu, Sukma seharusnya juga ikut di dalamnya. Itu karena Sukma sebagai salah satu guru senior memiliki kekuatan suara yang cukup besar. Ide-ide dan masukannya beberapa kali diterima dalam acara-acara seperti ini. Namun kali ini dia ijin tidak ikut karena merasa kurang enak badan. Dia merasa lemas dan letih. Wajahnya juga nampak pucat. Suaminya sebenarnya sudah menyuruhnya agar ijin tidak masuk dari pagi, namun karena dedikasi dan rasa tanggung jawabnya membuatnya memaksakan diri untuk tetap mengajar.

    Seperti biasanya Sukma di bonceng Adrian menggunakan motor. Berangkat dan pulang sekolah Sukma memang selalu bareng dengan Adrian. Meskipun Adrian sendiri belum memiliki surat ijin mengemudi, namun baik Sukma maupun suaminya memaklumi. Itu karena jarak dari rumah dan sekolah tidak terlalu jauh dan tidak melalu jalan raya besar. Jadi masih aman.

    Namun sialnya, siang ini disaat kondisi fisik Sukma yang sedang tidak terlalu bugar, ban motor yang dia naiki bersama Adrian justru malah bocor di tengah jalan. Dan akhirnya mereka berdua pun berhenti sebelum akhirnya Adrian menuntun motor nya itu. Tdak mungkin bagi mereka berdua untuk menaiki motor dengan ban yang kempes.

    "Mamah naik taksi aja deh, aku ga tega ngeliat nya. Biar Adrian sendiri yang bawa motor nya ke tukang tambal ban."

    Adrian, meskipun anaknya agak bandel, namun sangat sayang kepada kedua orang tuanya. Dia tidak tega kalau harus melihat ibu nya yang cantik itu ikut berjalan mengikutinya sampai ke tukang tambal ban. Sedangkan jarak antara lokasi mereka berdua sekarang dengan rumah masih lah cukup jauh. Ada sekitar tiga kilometer.

    "Enggak ah, mamah ikut kamu aja. Justru ntar kalau amit-amit kenapa di taksi malah repot kan, ga ada temennya."

    Sukma menolak permintaan Adrian bukan karena takut kenapa-napa di taksi nanti. Dia hanya berpura-pura. Sebagai seorang ibu dia tidak akan tega bila harus meninggalkan anaknya, meskipun anaknya itu laki-laki, dia tidak akan tega membiarkan anaknya menuntun motor sendirian hingga mendapatkan tukang tambal ban. Dia tidak akan mau. Karena dia sangat sayang terhadap anaknya.

    "Tapi mah? Pucet banget lho itu wajahnya," Adrian berusaha membujuk mama nya lagi.

    "Udah tenang aja, mamah kuat kok. Lagian kalau ada apa-apa kan ada kamu sayang, jadi mamah aman, hihihi," jawab Sukma sambil terkikik geli. Ya, Sukma memang merasa lebih aman bila terus bersama dengan anak bungsunya itu daripada harus naik taksi sendiri dengan kondisinya yang sekarang.

    Bukan apa-apa. Saat ini memang sedang marak-maraknya penculikan dan pencabulan di transportasi umum. Bila dalam keadaan normal, dan siang bolong seperti ini tentu dia tidak akan takut. Apalagi siapa sih yang mau menculik wanita paruh baya sepertinya? Begitu pikirnya. Tapi dengan kondisi yang tidak fit seperti ini, bila dia nanti tiba-tiba tidak sadar, lalu mengundang si sopir taksi untuk berbuat macam-macam kepadanya, siapa yang akan tau?

    Sementara Adrian sendiri mendengar kata-kata dari ibu kandungnya itu malah senyum-senyum sendiri. Sebagai seorang anak laki-laki yang mulai beranjak dewasa, saat mendengar mama nya sediri yang bilang kalau mama nya itu akan lebih aman bila bersama dengan dirinya tentu membuat nya sangatbbangga. Itu artinya dirinya sudah bisa membuat mama nya merasa aman bila di samping nya.

    Untungnya ada tukang tambal ban yang mangkal tidak jauh dari lokasi bocornya ban motor Adrian tadi. Tukang tambal ban ini bukan sebuah bengkel, melainkan hanya tukang tambal yang mangkal di trotoar jalan. Meskipun secara peraturan merupakan sebuah pelanggaran karena memanfaatkan fasilitas umum untuk menjual jasa demi keuntungan pribadi, yang tentu mengganggu pejalan kaki yang lewat, namun di saat-saat tertentu seperti ini akan sangat menolong bagi yang membutuhkan. Sebuah dilema di sebuah negara yang mayoritas penduduknya menggunakan moda transportasi kendaraan roda dua.

    Adrian langsung men-standar kan tengah motor matic nya itu. Baju seragam putihnya nampak lecek dan lusuh karena keringatnya yang bercucuruan. Wajar. Dibawah terik panas matahari dia harus berjalan kaki menuntun motornya. Sukma yang sadar akan hal itu sebenarnya merasa kasihan pada Adrian. Namun karena dia sadar anaknya itu adalah seorang laki-laki, maka biar saja pikirnya. Anak laki harus kuat. Tanpa sadar Sukma tersenyum sendiri.

    Tubuh Sukma sendiri sebenarnya juga basah oleh keringat. Namun karena Sukma memakai dalaman, selain BH tentunya, membuat keringatnya tidak tembus hingga ke baju dinasnya. Untungnya tidak tembus. Karena kalau sampai tembus pasti akan sangat mengundang perhatian dari banyak orang, khususnya kaum laki-laki.

    Baru saja Sukma mendaratkan pantatnya yang bohay itu di bangku plastik milik abang tukan tambal ban, sementara Adrian menunggui ban motor nya ditambal, sebuah sepeda motor bebek lain berhenti tepat di depan Sukma. Seseorang yang mengenal Sukma dan Adrian.

    "Bu Sukma? Ngapain bu di sini?" tanya orang itu.

    "Loh? Pak Darto? Bapak juga ngapain disini?" nampaknya Sukma jauh lebih kaget melihat Darto berada di sini, siang ini, karena seharusnya dia ada di rumahnya untuk bekerja membetulkan kamar mandi rumahnya.

    "Ini bu, tadi ada peralatan saya yang ketinggalan, jadi harus diambil. Sekalian beli makan siang juga."

    "Oh gitu. Tapi mas Rio ada di rumah kan pak?" tanya Sukma lagi. Rio memang ditugaskan untuk memandori dua tukang itu. Mumpung belum kerja. Dan hanya dia saja sekarang ini anggota keluarga yan masih bebas tidak ada kegiatan rutin.

    "Ada bu. Ini mas Rio juga nitip makan sama saya, hehehe," jawab Darto ramah sambil tersenyum.

    "Nah kebetulan, mamah ikut pak Darto aja, daripada kelamaan disini, panas," tiba-tiba Adrian yang menyadari keberadaan Darto ikut nimbrung.

    "Ga ah, mamah nunggin kamu aja. Maaf lho pak Darto, bukannya saya tidak mau dibonceng pak Darto, tapi saya tidak tega ninggalin anak saya sendiri," jawab Sukma sambil berusaha menjaga perasaan Darto. Dia memang lebih senang menunggu anaknya daripada bareng dengan orang lain.

    "Hehehe, iya bu saya ngerti kok. Itu kenapa mas motornya? Bocor ya?"

    "Iya pak, apes bener ini bocor pas tengah hari gini," balas Adrian sambil menggerutu. "Udah sih mah bareng pak Darto aja. Liat tuh makin lemes aja. Wajah mamah juga pucet banget. Adrian mah udah biasa gini. Mamah ga usah kuatir," lanjut Adrian.

    "Hmm...gitu yah? Tapi mamah ga tega sayang..." balas Sukma yang nampak kebingungan.

    "Udah mamah pokoknya ikut pak Darto aja. Boleh yah pak Darto mamah saya nebeng?" tanya Adrian meminta ijin pada Darto.

    "Ya boleh banget lah mas. Tapi ya terserah ibu sih. Mau ikut saya monggo, maun nungguin mas nya juga silahkan," jawab Darto secara diplomatis. Padahal dalam hati Darto sangat mengharapkan Sukma mau ikut dengannya. Kapan lagi coba dia bisa naik motor berdua dengan wanita cantik paruh baya yang sering menjadi bahan imajinasi kotornya itu. Membayangkannya saja sudah membuatnya tegang. Jantungnya berdebar dengan sangat kencang. Tapi tetap, dia berusaha bersikap sewajar mungkin karena tidak ingin membuat Sukma ataupun Adrian curiga.

    "Kamu yakin ga apa-apa mamah tinggal sendiri?" tanya Sukma yang mulai luluh hatinya.

    "Ya elah emang bakalan kenapa sih? Mamah tenang aja, Adrian ga apa-apa kok. Yang penting mamah cepet nyampe rumahnya," balas Adrian meyakin kan ibunda nya.

    Setelah yakin untuk meninggalkan anaknya, Sukma akhirnya pulang ikut Darto. Karena menggunakan baju dinas lengkap dengan rok panjangnya, Sukma duduk menyamping. Sukma sudah berusaha agar tidak terlalu kentara kontak fisik antara dirinya dengan Darto, tapi lengannya tetap saja menempel erat di punggung Darto. Apalagi posisi duduk Darto yang sengaja agak kebelakang. Dia merasakan kenyalnya lengan Sukma yang sedikit berisi di punggungnya. Pikirannya langsungg melayang-layang bagaimana seandainya dada montok Sukma yang menempel di punggungnya. Tanpa bisa ditahan lagi penis di selangkangannya langsung menegang.

    "Ibu lagi ga enak badan ya bu?" tanya Darto untuk mengurangi ketegangannya. Dadanya berdegup kencang layaknya seorang anak muda yang membonceng wanita yang sedang didekati nya.

    "Iya nih. Badan lemes ga tau kenapa," balas Sukma dengan sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan.

    "Oh gitu ya bu. Dari kapan emang? Udah ke dokter? Kok masih ngajar bu?"

    "Ya namanya tanggung jawab pak. Hehehe. Tadi pagi belum selemes sekarang jadi masuk deh. Belum ke dokter pak. Paling kecapekan aja. Ntar istirahat bentar di rumah paling juga udah baikan lagi."

    "Wah saya salut sama ibu. Meskipun fisik lagi ga fit masih tanggung jawab. Kalau saya jadi muridnya ibu saya pasti semangat untuk sekolah nih. Nyesel dulu saya ga niat sekolah. Jadinya begini deh cuma jadi tukang serabutan. Untung keluarga ibu masih mau make tenaga saya dan Darmin."

    "Kok bisa ga semangat pak?" tanya Sukma penasaran dan semakin mencondongkan tubuhnya. Membuat badannya semakin menekan punggung Darto.

    "Ehmm...maaf lho bu sebelumnya. Bukan maksud gimana-gimana, tapi kalau gurunya secantik dan sebaik bu Sukma semua murid pasti bakalan semangat belajarnya. Hehehe."

    Dada Darto semakin berdebar karena dia sendiri agak takut dengan ucapannya barusan. Meskipun sebuah pujian namun dia takut karena takut dibilang kurang ajar karena mengucap Sukma cantik. Namun diluar sepengetahuannya Sukma secara tidak sadar justru tersipu malu di belakangnya. Wajahnya memerah karena dibilang cantik.

    "Ah bapak bisa aja. Mana ada ibu-ibu udah tua kaya saya ini masih cantik, hihihi," balas Sukma sambil menepuk pundak Darto. Darto merasakan tepukan dari Sukma itu bagaikan sebuah belaian lembut dari seorang wanita. Dia tidak menyangka reaksi dari Sukma akan seperti itu.

    "Beneran lho bu, ibu itu masih cantik, ga kalah deh sama anak-anak gadis jaman sekarang, hehehe," puji Darto lagi semakin berani. Karena merasa Sukma tidak tersinggung dengan pujiannya membuatnya semakin berani dan merasa semakin dekat.

    " Hihihi, udah ah pak saya jadi malu kalau di puji terus. Tapi makasih lho, hihihi," balas Sukma makin tersipu di belakang Darto. Darto yang sebelumnya sangat menghormati Sukma kali ini merasakan sesuatu yang berbeda. Ada yang aneh dengan perasaan yang dia rasakan sekarang. Namun dia sendiri tidak mengerti perasaan apa yang dia rasakan itu. Karena saking bingungnya Darto sampai tidak menyadari di depannya ada polisi tidur yang cukup tinggi hingga motor yang dia naiki dengan Sukma bergoncang dengan keras. Goncangan itu membuat Sukma yang tidak siap ikut terguncang dan hampir terjatuh. Imbasnya membuat kedua tangannya reflek memegang pinggang Darto dengan erat. Bukan hanya itu. Guncangan itu membuat badan Sukma terdorong ke depan hingga membuat dada nya yang kenyal menubruk punggung Darto. Darto yang merasakan itu kaget namun juga mensyukuri rejeki yang barusan dia dapatkan.

    "Aduh," Sukma mengaduh karena merasakan sakit di dadanya akibat benturan yang dia dapatkan tadi. Meskipun agak kesal dengan cara berkendara Darto yang tidak hati-hati, Sukma merasakan sesuatu yang berbeda. Ada perasaan berdesir di dadanya ketika dadanya yang kenyal itu membentur punggung Darto yang keras. Punggung seorang tukang bangunan yang badannya tentu sangat terbentuk. Berbeda dengan tubuh suaminya yang sedikit berlapislan lemak. Perasaan aneh itu merasuki pikiran Sukma. Dia tidak habis fikir bagaimana bisa di merasakan hal itu.

    "Ma-maaf bu Sukma, saya tadi meleng ga lihat ada polisi tidur," ucap Darto dengan gugup karena takut Sukma marah. Bukan apa-apa, Darto sebenarnya sangat menghormati Sukma. Dia tidak mau hanya karena hal sepele itu membuat Sukma marah kepadanya. Atau buruknya lagi dia tidak di percaya lagi untuk mengerjakan pekerjaan di rumah Guru cantik itu. Penghasilannya pun akan hilang.

    "Iya pak, ga apa-apa tapi lain kali hati-hati ya. Untung tidak jatuh tadi," balas Sukma dengan tegas. Namun sebenarnya dia tidak terlalu mempermasalahkan kejadian tadi. Dan ada satu hal yang tidak dia sadari. Dari insiden guncangan tadi hingga tiba di rumah, Sukma masih terus berpegangan erat pada pinggang Darto meskipun dadanya tidak lagi menempel pada punggung Darto. Darto yang menyadari hal itu membiarkannya saja. Selain karena merasa beruntung, dia juga takut bila harus menyuruh Sukma untuk melepaskan pegangan tangannya di pinggangnya itu.

    Begitu tiba di rumah Sukma langsung turun dari motor. Namun mendadak dia merasakan tubuhnya semakin lemas dan pandangannya berkunang-kunang. Bahkan tubuhnya hampir terjatuh kalau saja Darto tidak dengan sigap menangkap tubuh molek Sukma.

    "Bu Sukma kenapa?" tanya Darto kebingungan bercampur panik. Darto merasa panik selain karena melihat kondisi tubuh Sukma yang semakin melemah, juga karena posisinya sekarang yang memapah tubuh Sukma. Apalagi tangan Darto secara tidak sengaja mendarat di bawah dua ketiak Sukma yang membuat kedua jemari tangan nya juga mendarat di sisi luar kedua bukit kembar milik Sukma.

    Sukma sebenarnya bukan tidak sadar dengan posisinya sekarang yang dipapah oleh Darto. Sukma bisa merasakan bagaimana dua daging kenyal di dadanya itu di pegang oleh Darto. Untuk pertama kalinya bukit kembar miliknya itu dijamah oleh laki-laki lain. Namun karena tubuhnya sudah sangat lemas, dan merasa bahwa bantuan dari Darto tulus, maka dia membiarkan saja salah satu dari bagian tubuhnya yang paling pribadi itu di jamah oleh Darto. Selain itu Sukma juga merasa tidak enak bila berontak karena perlakuan Darto.

    Meskipun merasa mendapatkan rejeki dari kondisi yang dia alami sekarang, Darto tidak langsung hilang akal. Darto langsung berteriak memanggil Rio agar ikut membantunya dengan harapan Sukma tidak curiga kalau dia sebenarnya sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan ini. Tidak berselang lama kemudian muncul dua sosok laki-laki lagi dari dalam rumah. Rio dan Darmin.

    "Astaga, mamah kenapa mah? Pak Darto ini mamah kenapa?" tanya Rio panik. Dia langsung berlari ke arah sisi Sukma yang lain untuk membantu mama nya itu jalan. Rio langsung menarik lengan kirin Sukma agar merangkul lehernya dari samping. Sedangkan Rio sendiri sekarang memeluk pinggang Sukma. Dan karena sudah ada Rio, Darto langsung melepaskan tubuh Sukma dari tangannya. Ada rasa kecewa, namun disembunyikannya dalam-dalam.

    "Bantu mamah ke kamar dulu, banti mamah jelasin," balas Sukma dengan lemas.

    Kini dengan bantuan anak sulungnya, Sukma berjalan munuju kamar. Posisi tubuhnya sekarang menempel erat pada tubuh anak laki-laki nya itu. Tanpa bisa dia lawan, tiba-tiba muncul gejolak dalam jiwanya yang dia sendiri tidak mengerti. Gejolak itu mirip sekali dengan getaran yang dia rasakan saat dia di papah oleh Darto tadi. Saat bagaimana buah dadanya ada yang meraba meskipun rabaan itu datang bukan dari tangan suaminya sendiri.

    Apalagi ditambah dengan eratnya pelukan dari anaknya itu membuat beberapa kali buah dadanya yang indah itu menempel erat ke badan Rio. Membuat darahnya semakin berdesir. Darahnya seolah mengalir semakin cepat. Jantungnya berdegub semakin kencang. Sukma tidak habis pikir bagaimana bisa dia merasakan itu semua. Bagaimana mungkin dirinya merasakan horny hanya karena dipeluk. Oleh anaknya sendiri lagi. Atau akumulasi dari rabaan tangan Darto di dadanya? Meskipun secara tidak sengaja? Tidak. Pasti ada yang salah. Begitulah pikirnya.

    Begitu tiba di kamar, Rio langsung merebahkan tubuh ibunya itu di ranjang. Dengan sigap Rio langsung melepas kaus kaki tipis yang dikenakan Sukma. Dengan telaten Rio melayani ibu kandungnya yang sedang sakit itu. Setelah selesai melepas kaus kaki mama nya, Rio lantas bergerak keatas dan berusaha melepas kerudung serta kancing baju dinas Sukma.

    "Eh, sayang...kamu mau apa?" tanya Sukma dengan panik. Meskipun Rio adalah anak kandungnya sendiri, dia merasa sangat aneh bila tiba-tiba anak laki-lakinya itu berusaha melepas baju yang dia kenakan. Meskipun Sukma sendiri tidak melakukan perlawanan karena tubuhnya sangat lemas.

    "Ini mau buka kerudung mamah sama kancing yang atasnya aja kok, biar dapet udara dan mamah nafasnya lebih nyaman," jawab Rio dengan tenang karena memang hanya itu niat nya. Tidak ada maksud lain. Tapi Sukma mengartikan itu semua dengan berbeda. Desiran dalam dada nya masih terus berlanjut. Namun dia berusaha tetap tenang. Lagipula apa yang di ucapkan anaknya barusan masuk akal dan ada benarnya.

    "Oh kirain mau apa, hihihi. Tapi itu pintunya di tutup dong sayaaang, emang kamu mau pak Darto sama pak Darmin liat mamah ga pakai kerudung?" pinta Sukma dengan manja pada anak laki-lakinya itu. Rio menengok ke arah pintu dan tersenyum karena baru sadar ternyata pintu memang belum ditutup. Rio pun langsung menutupnya.

    "Udah aku tutup tuh mah. Rio buka ya kerudung sama kancing atasnya?" tanya Rio meminta ijin.

    "I-iya sayaaang," jawab Sukma dengan degupan jantung yang semakin kencang. Gila pikirnya. Dia deg-degan hanya karena anak kandungnya sendiri.

    Rio lalu mencabut jarum pentul di bawah dagu Sukma yang menjadi kaitan kerudungnya. Rio ternyata tidak melepas semua kerudung mama nya itu melainkan hanya merenggangkan bagian bawahnya. Hanya untuk melancarkan aliran udara yang masuk ke tubuh mama nya. Dan sekarang terpampanglah leher jenjang yang putih dan mulus milik ibu kandungnya sendiri mengintip di balik kerudungnya. Setelah itu Rio melepas dua kancing baju dinas milik ibu kandungnya itu. Rio tidak mau melepas lebih banyak karena takut dianggap kurang ajar. Lagipula menurutnya hanya bagian dada sebelah atas saja yang perlu dibuka.

    "Dibuka satu lagi boleh deh sayang, dada mamah masih terasa sesak. Ga apa-apa kok, ga usah malu, mamah pakai daleman lagi," pinta Sukma kepada anak laki-laki nya.

    Ternyata apa yang di pikirkan Rio tidak sama dengan apa yang dipikirkan Sukma. Sukma justru meminta Rio membuka lagi jauh lagi kancing bajunya. Sukma meminta itu karena memang dadanya masih terasa sesak. Baju dinas miliknya itu memang dirancang press body. Bagian perut dan dada dibuat sedemikian hingga mengikuti lekukan tubuh seorang wanita, membuat bentuk tubuh wanita yang mengenakannya jadi terbentuk dengan jelas. Sukma merasa aman meminta anak laki-laki nya untuk membuka kancing bajunya lagi karena dia memakai dalaman dibalik baju dinasnya itu. Meskipun hanya sebuah tanktop, tapi paling tidak Rio tidak akan langsung melihat BH yang dia kenakan. Meskipun dia sendiri tidak habis pikir bagaimana bisa dia meminta anak laki-lakinya sendiri yang sudah dewasa itu untuk membuka kancing baju yang sedang dia kenakan. Gila. Benar-benar gila kamu Sukma. Ucapnya dalam hati. Tapi. Aaahhh. Sensasinya terasa berbeda. Rasanya seperti...aaahhh, Sukma tidak mampu berfikir lebih jauh. Tanpa sadar di kepalanya muncul fantasi-fantasi liar yang mungkin untuk dibayangkannya saja dia tidak mampu.

    Setelah selesai melepas dua kancing lagi, pandangan Rio sempat tidak fokus karena apa yang di lihatnya. Di depannya sekarang tergolek tubuh sintal ibu kandungnya sendiri yang lemah tidak berdaya dengan kondisi baju yang setengah terbuka. Belahan dada nya yang bagian atas sedikit mengintip dibalik tanktop yang dikenakannya. Karena BH yang dikenakan Sukma sedikit kekecilan membuat isi dari BH itu sedikit tertarik ke atas, dan membuat belahannya semakin rapat. Belum lagi ditambah dengan ceplakan BH yang sangat jelas di balik tanktop yang dikenakan mama nya itu, tanpa bisa dia pungkiri, apa yang dia lihat itu membuatnya penasaran dengan apa yang ada di dalamnya. Namun Rio segera membuang jauh pikiran itu dengan menanyakan kembali kejadian yang di alami mama nya itu.

    "Tadi itu kenapa sih mah? Kok mama bisa sama pak Darto? Eh iya hampir lupa, Rio ambilin air putih dulu yaah," ucap Rio lalu meninggalkan mamanya untuk mengambil air putih. Sukma sendiri hanya tersenyum mengiyakan.

    Tidak lama kemudian Rio balik dengan segelas air putih di tangannya. Rio duduk di samping Sukma lalu membantu Sukma untuk sedikit bangun dan membantunya untuk minum. Sialnya dari posisi ini justru malah membuat dirinya semakin jelas melihat belahan dada milik ibu kandungnya. Jelas sekali betapa montok dua bukit kembar itu. Namun lagi-lagi Rio menghilangkan pikiran-pikiran kotor yang dia rasakan. Dia sadar betul bahwa wanita yang berada di sampingnya itu adalah ibu kandungnya sendiri.

    "Jadi, tadi itu kenapa?" tanya Rio lagi.

    "Mamah sebenarnya udah ga enak badan dari pagi, tapi mamah paksain buat ngajar."

    "Terus kok bisa sama pak Darto? Terus Adrian kemana mah? Jangan bilang anak itu ngelayap. Awas aja!"

    "Hihihi, emang kenapa sayang? Kok kamu penasaran banget."

    "Ya iyalah. Mamah pulang ngajar sama orang lain dengan kondisi lemes ga enak badan kaya gini, kalau mamah diapa-apain gimana?"

    "Kamu khawatir banget ya sama mamah? Hihihi, tadi itu ban motor nya Adrian bocor. Awalnya mamah disuruh naik taksi sama Adrian, tapi mamah ga mau. Trus ga lama setelah dapet tukang tambal ban ketemu sama pak Darto itu, akhirnya mamah di suruh Adrian untuk bareng pak Darto aja. Biar cepet sampai rumah. Lagian kalau cuma sama pak Darto sama pak Darmin mah kita jangan anggep mereka orang lain. Papah sama mamah itu udah kenal sama mereka berdua sejak kamu masih di dalem perut mamah dulu, hihihi," jelas Sukma panjang lebar. Tapi dia tidak menceritakan insiden polisi tidur pada Rio karena dia takut anaknya itu akan marah dan tidak terima. Bisa repot kalau tiba-tiba anaknya itu menghajar Darto karena dianggap mencari kesempatan. Biarlah itu menjadi rahasianya sendiri.

    "Owh gitu, tapi kenapa mamah ga telpon Rio aja biar Rio jemput?"

    "Nah itu dia, mamah juga baru kepikiran tadi pas liat kamu keluar rumah dan mapah mamah, kenapa ga nelpon kamu ya? Hehehe," balas Sukma dengan garingnya.

    "Hadeh. Dasar mamah ini. Faktor umur kali tuh," ledek Rio sambil memijat lengan mama nya.

    "Enak aja. Tapi ga apa-apa deh, toh tua-tua gini masih ada yang bilang cantik kok, weeek. Hihihi," balas Sukma sambil tertawa geli karena teringat dengan pujian dari Darto tadi. Tanpa dia sadari wajahnya kembali memerah. Tanpa dia sadari perasaannya menjadi berbunga-bunga ketika mendapatkan pujian dari laki-laki lain selain suaminya sendiri. Meskipun hanya dari seorang tukang bangunan seperti Darto.

    "Siapa yang bilang mamah cantik?" tanya Rio dengan agak sewot.

    "Ada deeeh, mau tau aja ciii kamyuuu," balas Sukma dengan centil.

    "Alah paling papa doang yang bilang mamah cantik."

    "Kalau iya, kenapa?" tanya Sukma balik.

    "Ya ga apa-apa, berarti papah ga salah. Karena menurut Rio mamah itu memang cantik. Cantik banget. Luar dalam. Makasih udah ngerawat Rio dan adik-adik Rio selama ini hingga dewasa. Maaf Rio belum bisa balas jasa-jasa mamah. Belum bisa bahagiain mamah. Rio belum bisaaa..." belum selesai dengan kalimatnya, Rio dibuat kaget karena tiba-tiba Sukma menyusup ke dalam pelukan nya. Mamanya yang cantik itu menyandarkan kepalanya ke dada bidang miliknya. Secara reflek Rio merengkuh tubuh ibu kandungnya itu dan memeluknya dari samping.

    "Rio tidak perlu membalas semua yang sudah pernah mamah berikan. Apapun itu. Pun begitu dengan Dewi dan Adrian. Semuanya yang mamah dan papah lakukan itu sudah menjadi kewajiban mamah dan papah. Kalian anak-anak papah dan mamah cukup menjadi anak yang baik dan tidak neko-neko, itu aja udah cukup. Itu aja sayang. Jangan pernah berfikir mamah papah mengharapkan kalian membalas apa yang sudah kami berikan. Sekalipun jangan pernah yaaah," ucap Sukma sambil merapatkan pelukannya. Tanpa dia sadari, karena situasi yang semakin intim ini, membuat dia semakin erat memeluk Rio. Bahkan tangan Sukma melingkar dengan erat di pinggang Rio dan membuat buah dadanya menekan dengan erat di perut anak laki-lakinya itu. Selain itu, Sukma merasa sangat tersanjung dengan pujian yang dilontarkan oleh anaknya tadi. Dibilang cantik luar dalam membuat dirinya seperti melayang ke langit ke tujuh.

    "Iya mah, Rio janji akan tetap menjadi anak baik-baik nya mamah papah. Dan tidak neko-neko." balas Rio.

    "Dan tetep semangat untuk mencari pekerjaan."

    "Siap."

    Setelah kerja, semangat untuk mencari pendamping hidup."

    "Eh, kok itu juga?"

    "Hihihi, ya kan mamah juga sama kaya orang tua lainnya. Lebih cepat bisa menimang cucu itu lebih baik. Asalkan anaknya udah siap."

    "Kalau itu kan tergantung jodoh mah," balas Rio dengan lemas. Dia memang tidak terlalu memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan pasangan. Bahkan beberapa kali sampai membuat orang tuanya curiga dengan orientasi sex anak laki-laki nya itu.

    "Hihihi, iya iya, mamah ngerti. Serius amat sih nanggepinnya?"

    "Lagian. Ntar kalau sudah waktunya juga Rio bawa calon mantu mamah bust ketemu mamah kok..."

    "Cieee, nyarinya yang cantik yah...pokoknya harus lebih cantik dari mamah, hihihi."

    "Iya iya, hehehe. Tapi emang mamah ga takut tersaingi?"

    "Tersaingi kenapa? Kalaupun kesaingin sama menantu sendiri mah ga apa-apa, artinya kan anak mamah beruntung dapetin wanita yang lebih cantik dari mamahnya."

    "Hehehe, iya juga ya. Eh iya mamah udah makan belum?"

    "Belum, kenapa? Mau nyuapin mamah? Kalau yang ini sih mamah ga nolak. Sekali-kali ga apa-apa kan gantian kamu yang suapin mama?"

    "Hehehe, ga apa-apa banget mah. Siap deh. Rio ambil makanannya dulu. Berdua ama Rio ya, tadi Rio nitip makan sama pak Darto."

    "Iyah sayaaang...makasih yaaah..."

    Cupp...

    Sukma bangkit lalu mengecup kening anak sulungnya itu. Betapa bahagianya dirinya memiliki anak seperti Rio yang begitu perhatian kepada dirinya. Rio tersenyum lalu keluar dari kamar orang tua nya itu untuk mengambil makanan.

    Di sudut rumah yang lain, tepatnya di dalam kamar mandi tamu, nampak seorang pria setengah telanjang sedang berdiri bersandar di dinding. Celana nya melorot hingga batas lututnya. Tangannya mencengkram batan kemaluannya sendiri yang sudah menegang dengan kerasnya. Dari mulutnya keluar desahan-desahan halus karena merasakan nikmat akibat rangsangan yang dia ciptakan sendiri di area penisnya.

    Pria itu adalah Darto. Dia sedang asik bermasturbasi sambil membayangkan kejadian yang baru dia alami tadi. Dia membayangkan kenyalnya payudara montok milik wanita pujaannya menempel erat di punggungnya. Bagaimana bila gundukan daging kenyal itu dia raba-raba dan remas-remas. Bagaimana bila dia melucuti baju wanita itu dan menjilati seluruh permukaan tubuhnya. Fantasi-fantasi liarnya terus berkembang. Menstimulasi titik-titik sensitif di area kemaluannya. Membuat birahinya semakin bergelora. Hingga di titik paling ujung dia tidak mampu lagi menahannya. Menciptakan sebuah ledakan syahwat yang maha dasyat. Hingga membuatnya lemas.

    [Bersambung]
     
  8. ravenprince

    ravenprince Adik Semprot

    Daftar:
    2 Jun 2017
    Post:
    105
    Like Diterima:
    13
    Wedaan ada update baca dulu huu :baca:
     
  9. digule

    digule Suka Semprot

    Daftar:
    3 Aug 2017
    Post:
    23
    Like Diterima:
    2
    Jenis Kelamin:
    Pria
    lanjutkan hu..pasang patok dulu lah dimari:cendol:
     
  10. pelisaurus

    pelisaurus Senpai Semprot

    Daftar:
    16 Feb 2016
    Post:
    866
    Like Diterima:
    108
    Alus bgt alurnya
    Thanks update nya om
     
  11. azumikawashima

    azumikawashima Semprot Lover

    Daftar:
    8 Sep 2015
    Post:
    259
    Like Diterima:
    40
    Request hu,update nya jangan kelamaan.. Hehehe..
     
  12. Hydarnes

    Hydarnes Kakak Semprot

    Daftar:
    10 May 2017
    Post:
    191
    Like Diterima:
    28
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Mantep nih, kalo bisa lancar update hu :Peace:
     
  13. ampyar

    ampyar Suka Semprot

    Daftar:
    21 Jul 2017
    Post:
    13
    Like Diterima:
    0
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Mantap hu STW berjilbab bikin hemmm
     
  14. Teuink

    Teuink Suka Semprot

    Daftar:
    9 Jul 2017
    Post:
    13
    Like Diterima:
    2
    Jenis Kelamin:
    Pria
    Pelan tapi pasti..joss suhu eins99
     
  15. w13r

    w13r Guru Besar Semprot

    Daftar:
    29 Jul 2016
    Post:
    2.068
    Like Diterima:
    477
    Mantap subes


    Semoga moodnya berlimpah untuk kedua cerita adr-ian
    :beer:
     
  16. banyu mili

    banyu mili Guru Semprot

    Daftar:
    23 Nov 2013
    Post:
    542
    Like Diterima:
    287
    Lokasi:
    masih di bumi
    Mantab hu :thumbup:thumbup
    Smoga lancar updatenya :ampun:
     
  17. Bang_jer

    Bang_jer Suka Semprot

    Daftar:
    5 May 2017
    Post:
    21
    Like Diterima:
    2
    Mantap hu

    Semoga gak ada kendala :hore:
     
  18. Dittostol

    Dittostol Semprot Lover

    Daftar:
    8 Jun 2016
    Post:
    247
    Like Diterima:
    46
    Lanjuttt terus brooo:mantap:
     
  19. kessydoet

    kessydoet Semprot Lover

    Daftar:
    5 Jan 2014
    Post:
    286
    Like Diterima:
    30
    Jooss lah bu Sukma... Sampai merasuki Sukmaku... Halaahhh... Konak...;):mantap:
     
  20. eins99

    eins99 Tukang Semprot
    Thread Starter

    Daftar:
    11 Apr 2016
    Post:
    1.496
    Like Diterima:
    5.126
    situs judi online terpercaya - Samsung Hoki
    Jangan terlalu dibesar-besarkan. Ntar kecewa di tengah jalan pada protes.
     
    Li_Ceng_Sui likes this.
Jav Toys  Vimax Resmi
AcehPoker - Agen Poker  Aceh4D - Agen Bola
Obat Pembesar Penis - Online   kiukiu
Domino168 - Agen Bola   Premier 188
Bandar Sakong - Incarqq
Waspada, pin ini BUKAN pin Forum Semprot :
D005 0B6C

Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Current URL :